Ingin Tinggal di Jepang – Tagar Kabur Aja Dulu menjadi viral di media sosial. Salah satu negara yang menjadi tujuan utama dalam tren ini adalah Jepang, dengan beberapa warganet bahkan mengklaim telah berpindah kewarganegaraan demi mendapatkan paspor yang lebih kuat.
Ungkapan Kabur Aja Dulu keinginan sebagian masyarakat untuk meninggalkan Indonesia akibat berbagai persoalan, seperti ketidakstabilan ekonomi, meningkatnya PHK, kebijakan pemerintah yang di anggap kurang tepat, hingga penegakan hukum yang tidak merata.
Salah satu pengguna media sosial @raymondjp, mengungkapkan bahwa dirinya kini telah resmi menjadi warga negara Jepang dan merasakan manfaat dari perpindahan tersebut. Ia menyoroti keuntungan utama dari keputusan ini, salah satunya dalah kekuatan paspor Jepang.
Namun, sebelum memutuskan pindah ke Jepang, penting untuk memahami biaya hidup di negara tersebut. Jepang, sebagai negara maju dengan teknologi canggih dan budaya yang kaya. Memang menawaarkan kualitas hidup yang tinggi. Namun, biaya yang harus di keluarkan juga tidak sedikit.
1. Biaya Akomondasi
Tempat tinggal menjadi salah satu faktor utama dalam perhitungan biaya hidup. Di kota besar seperti Tokyo, harga sewa apartemen bisa di mulai dari 50.000 yen (Sekitar Rp. 5juta) /bulan. Sementera di kota yang lebih kecil seperti Fukuoka atau Matsuyma, harga sewa bisa lebih rendah, sekitar Rp. 24.000 – 26.000 yen (sekitar Rp. 2,5 juta – 2,7 juta). Untuk apartemen dengan lebih dari satu kamar, biaya sewanya bisa mencapai 120 yen (Sekitar Rp. 12juta)/bulan.
2. Biaya Makanan dan Minuman
Pengeluaran untuk makanan bergantung pada pola konsumsi. Jika sering makan di luar, satu kali makan di restoran bisa menghabiskan 1.000-3.000 yen (sekitar Rp. 116.000 – 348.000 ribu). Namun, jika memasak sendiri, pengeluaran bulanan untuk bahan makanan berkisar antara 20.000-40.000 yen (sekitar Rp. 2,6 juta 0 5,3 juta)/bulan.
3. Biaya Transportasi
Jepang memiliki sistem transportasi umum yang efisien namun relatif mahal. Biaya tiket bulanan kereta bisa mencapai 7000 yen (sekitar Rp. 740 ribu). Sedangkan tikel sekali jalan sekitar 210 yen (Rp. 22.000 ribu). Jika menggunakan taksi, tarif per kilometernya sekitar 410 yen (Rp. 43.000).
4. Biaya Listrik, Air, dan Gas
Tagihan bulanan untuk listrik, air, dan gas berkisaar antara 7.0000 10.000 yen (Rp. 740.000 – 1juta), tergantung pada penggunaan serta kondisi cuaca.
5. Biaya Pendidikan
Bagi yang ingin menempuh pendidikan di Jepang, biaya kuliah di Universitas Negeri di mulai dari 535.000 yen (Rp. 56 juta) pertahun. Tergantung pada universitasaa dan program studi yang di pilih nantinya.
6. Pengeluaran Lainnya
Selain kebutuhan pokok, terdapat pengeluaran tambahan seperti internet dan hiburan. Paket data internet 20 GB dapat menghabiskan sekitar 3.000 yen (Rp. 300.000 ribu) per bulan. Sementara itu, biaya hiburan seperti tiket bioskop berkisar 1.000 yen (Rp. 100.000 ribu) dan karaoke per jam sekitar 200 yen ( Rp. 21 ribu).
Secara keseluruhan, total biaya hidup di Jepang berkisaar antara 100.000 hingga 200.000 yen per bulan (Rp. 10 juta – 21 juta) dengan rata-rata sekitar 158.000 yen (Rp. 16 juta). Besarnya biaya ini sangat bergantung pada lokasi tempat tinggal, kebutuhan, serta gaya hidup masing-masing individu. Meskipun biaya hidup di Jepang relatif tinggi, dengan perencanaan keuangan yang baik, pengeluaran dapat di kelola agar tetap terjangkau sesuai dengan penghasilan.
Baca Juga: Gen Z Tidak Bisa Menabung Akibat Gaya Hidup Konsumtif